Senin, 01 Maret 2010

: mengapa aku..??

True story sharing dari Kang Iskandar sore kemarin pada Training Super Memory Asma'ul Husna di Ballroom Grand Kemang Hotel, sungguh merupakan pelajaran tak ternilai bagi saya, atau bisa jadi merupakan pesan dr اَللّهُ yg ingin disampaikan kpd saya melalui cerita Kang Iskandar. Diselingi sesegukan tangis Jeng Sri dan Dini yg berada di samping saya, tak pelak lg suasana gelap yg menguasai ruangan menambah keharuan semakin melingkupi sesi tafakkur kami...

Kang Iskandar adalah seorang hamba yg dipilih اَللّهُ utk tidak lagi menatap keindahan dunia melalui panca indra penglihatan... Ya, Kang Is mengalami kebutaan di usia remaja, ibaratnya sedang mengalami masa keemasan kemudian dicabut kenikmatannya secara sekonyong2 dan seketika - Masya Allah-sesungguhnya hanya dg Kehendak اَللّهُ lah segala sesuatu terjadi...
Kang Is dalam perjalanan hidupnya kemudian sering berjalan dalam kegamangan,
" Ya اَللّهُ, mengapa harus aku yg mengalami ini...."
Pertanyaan itu kerap bergulir mengiri rasa keputus asaannya...

Namun Subhanallah, walaupun diuji اَللّهُ dgn sebuah ujian yg teramat dashyat, Kang Is tetap istiqomah beribadah dgn tekun kepadaNya, tetap tdk bergeming utk bermaksiat atas Nikmat2Nya yg lain - antara lain, bahwa kemudian beliau menikah dg wanita berpenglihatan normal dan memiliki anak2 yg normal, juga tetap meraih rezeki utk menghidupi keluarganya...

Dalam tafakurnya, Kang Is seakan menemukan jawaban atas pertanyaannya tadi...
Seakan اَللّهُ menjawab ," Mengapa kamu yg mengalami ini ? Karena AKU yakin kamu mampu menanggung ini semua "

Belum puas, Kang Is bertanya lagi, " Tapi mengapa aku yg dipilih utk MAMPU menanggung ini, ya اَللّهُ "

Seakan2 اَللّهُ menjawab lagi, " Karena AKU ingin engkau dekat denganKU "

Hal itulah yg kemudian selalu membuat Kang Is tidak pernah lagi mempertanyakan takdir kebutaan yg terjadi padanya... Ridho atas semua ketetapan dan rencana اَللّهُ, bahkan kepedihan saat tdk bisa menatap bayinya yg tersenyum padanya, Kang Is menepisnya dg penuh keyakinan, " Biarlah ayah tdk mampu melihat senyum indahmu di dunia, nak... InsyaAllah اَللّهُ akan mempertemukan kita di akhirat kelak, berkumpul di surgaNya kelak... Amiiin---"

S u b h a n a l l a h ~~

Saudaraku,
sadarkah kita, saat tengah dilimpahi kenikmatan duniawi kita nyaris tak pernah bertanya kpd اَللّهُ, " Mengapa aku yg memperoleh anugrah ini, ya اَللّهُ...? " - seakan kita mmg pantas menerimanya...
Namun alih2 saat kita diberikan ujian sekejap, kita lgsg 'protes' padaNya, " kenapa aku , kenapa aku... ?? " - seakan kita tdk layak mengalaminya....

M a s y a A l l a h
Sebagaimana اَللّهُ telah memperingatkan kita di QS Al Alaq 6-8 :
" Sungguh, manusia itu benar2 melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup..... Sungguh, hanya kepada Tuhanmu lah tempatmu kembali..."

Pelajaran terindah telah kita petik dari pengalaman Kang Iskandar, setidaknya jangan pernah lupa untuk mengucap syukur, di saat kita masih mampu melihat sekitar kita ketika kita membuka mata kita setelah sejenak memejamkannya....

A l h a m d u l i l l a h i r o b b i l ' a l a m i n...........

* inspired from Kang Iskandar pd Training SMAsH - PLA 27.2.2010

Rabu, 10 Februari 2010

: surah yang kaya :

*catatan kecil di ujung waktu di Masjid Nabawi...........

Subuh yg dingin di Munawarroh,
saat langit masih diselubungi tirai kelabu
Ujung malam ini yg terasa istimewa bagiku
karena menjadi ujung waktu berada di kota Baginda Rasul
Dan akan menjadi penutup ibadah arbain sebelum beranjak ke Armina

Subhanallah....
Saat imam memulai tartil setelah Ummul-Kitab
Dada tak mampu menahan haru mendengar
yang terlantun adalah ayat-ayat dari Surah Al Waqi'ah...!!!

Bagaimana tidak,
Bagiku Surah Al Waqi'ah adalah surah yang teristimewa
yang menjadi wiridan rutin hari2ku selama hampir 2tahun belakangan ini,
bertumpu pada anjuran Rasul :

Hadist Rasulullah Riwayat Ibnu Abbas,
"Surat Al Waqi'ah adalah surat yang kaya, oleh karena itu bacalah surat itu dan ajarkanlah kepada anak2 kalian"


Dan Subuh ini, Surah itu serasa dibacakan khusus buatku oleh imam besar Masjid Nabawi sebagai hadiah perpisahan,
Semoga menjadi perpisahan yg bukan merupakan pertemuan terakhir kali dengan Masjid dan Taman Surga nya ini...
Amiin Ya Rabbal 'Alamin...

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamiin,
Segala puji bagiMu Tuhan Semesta Alam,
Terima kasih atas NikmatMu yg tak berbilang hingga hari ini.........................................................

~ and the pilgrimage journey will be started soon... Bismillahirrohmanirrohimmm.

: ya Rasulullah :

Dyan Septita November 19, 2009 at 1:59am
Epilog ~ bayangkan jika saat ini Rasulullah Saw duduk di samping anda...

«Tak kenal maka tak sayang,,
...sungguh pepatah ini memang benar saya rasakan adanya dalam perjalanan ke Tanah Haram kali ini.. D-blend oleh tausiyah ustd. Syafii Antonio setiap hari membuat mata hati saya terbuka lebar -jika tak mau disebut "terbelalak"-
...sungguh sangat piciknya saya sbg mukmin yg selama ini hanya mengenali Rasulullah sebatas kulit luar dan nama besarnya saja,
...sungguh sangat naifnya saya mengaku sbg muslimat namun tdk (pernah) mau mengenali historical background Baginda Rasul dan fadhilah syafaat2nya bagi keselamatan diri kita dunia dan akhirat, dan
...sungguh saya ingin berbagi keharubiruan dg teman2 tercinta dengan sedikit mencukil bagian dr buku "Muhammad SAW the Super Leader, Super Manager" yg menjadi santapan hari2 kami di sini, walaupun mgkn sentuhan itu akan lebih mengena jika diepilogkan langsung spt yg dilakukan oleh ustd. Syafii secara langsung kepada kami..
Semoga bermanfaat»

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..." Sapa Baginda Rasulullah lembut,

"Wahai saudaraku, betulkah engkau benar2 beriman kepadaku, di samping beriman pada اَللّهُ, kitab2, para nabi, hari akhir dan qadha dan qadar dari اَللّهُ?
Sudahkah keimananmu itu menjadikanmu tentram dan tidak mencari kedamaian dari keimanan2 yg lain...?

Wahai saudaraku, benarkah cintamu kepadaku lebih dalam dan lebih besar dari cintamu kepada harta, jabatan dan keluargamu?
Sudahkan engkau siap untuk mengorbankan kedudukanmu yg begitu engkau banggakan ketika sunnahku mengharuskan engkau berkata benar dan jabatan adalah taruhannya?

Wahai saudaraku, sesekali aku mendengar engkau membaca shalawat kepadaku, menyenandungkan barzanzi. Namun, sudahkan engkau benar2 menghayati maknanya dan merenungkan arti yg terkandung di dalamnya?
Masihkah engkau ingat dengan isi shalawat dan pesan barzanzi ketika engkau berada di proyek atau saat melakukan tender?
Atau engkau hanya membaca shalawat untuk LIP SERVICE saja dengan harapan aku akan memberimu syafaat di Padang Mahsyar di Hari Kiamat nanti...??
Mulutmu mengucap shalawat untukku namun hatimu KOSONG, pikiranmu MENERAWANG dan tindakanmu teramat jauh dari sunnahku...??

Sungguhpun demikian jangan khawatir saudaraku, aku sebagai Rasul اَللّهُ akan tetap berdoa kepadaNya untuk keselamatanmu semua, aku akan tetap memberi syafaatku kepadamu selama engkau tidak menyekutukan اَللّهُ..."

------------ Masya Allaaahh... :'( :'( ---

- semoga setelah saat ini Shalawat yg kita ucapkan bukan sekedar LIP SERVICE semata, karena, "Tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam" (QS Al-Anbiyaa 107)

From Madina al-munawarroh with love
181109